Posts

Showing posts from November, 2017

Puisi Nyanyian Syiking - Amir Hamzah

Nyanyian Syiking (Karya Terjemahan)  ‘Wah!’, kesahnya, ‘kau dengar ayam jantan, ia memanggil?’ ‘Tidak’, jawabnya, ‘Tidak, malam kelam dan tinggi, Bukan itu kokok ayam, kekasihku’ ‘Pintaku, bangkit, singkapkan tabir Di tepi, dan tanya olehmu kan langit, sahabatku’ Lompat ia: ‘Celaka kita! Bintang pagi. Pucat meningkat dari kaki langit’ ‘Merah fajar’ – bisiknya takut, ‘Sekarang mesti engkau pergi!’ ‘Bagaimana aku menanggungnya?’ ‘Hai, Sebelumnya engkau pergi, balaskan setan itu, Kejam ia menceraikan kita!’ ‘Ambil busurmu, tujukan panah ini Ayam jantan hatinya tepati!’

Puisi Bunga, 2 - Sapardi Djoko Damono

Bunga, 2 mawar itu tersirap dan hampir berkata jangan ketika pemilik taman memetiknya hari ini; tak ada alasan kenapa ia ingin berkata jangan sebab toh wanita itu tak mengenal isaratnya — tak ada alasan untuk memahami kenapa wanita yang selama ini rajin menyiraminya dan selalu menatapnya dengan pandangan cinta itu kini wajahnya anggun dan dingin, menanggalkan kelopaknya selembar demi selembar dan membiarkannya berjatuhan menjelma pendar-pendar di permukaan kolam Perahu Kertas, Kumpulan Sajak, 1982.