Puisi Dagang - Amir Hamzah

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Debu Tinta - Halo sahabat Debu Tinta, pada kali ini saya akan membagikan Puisi Dagang - Amir Hamzah. Semoga apa yang saya bagikan kali ini bermanfaat untuk kita semua. Jika ingin mencari puisi yang lain, anda bisa melihat Daftar Isi.

Dagang

Susahnya duduk berdagang
tiada tempat mengadukan duka
bondaku tuan selalu terpandang
hendak berjumpa apatah daya.

Terlihat-lihat bonda merenung
rasa-rasa Bonda mengeluh
mengenangkan nasib tiada beruntung
luka penceraian tiadakan sembuh.

Bondapun garing seorang diri
hati luka tiada berjampi
nangislah ibu mengenangkan kami
rasakan tiada berjumpa lagi.

Allah diseru memohonkan restu
moga kami janganlah piatu
aduh ibu, kemala hulu
bukankah langit tiada berpintu?

Sudahlah nasib tiada bertemu
sudahlah untung hendak piatu
bagaimana mengubah janji dahulu
sudah diikat di rahim ibu.

Jangan lupa untuk membaca puisi-puisi yang lain di Daftar Isi. Terimakasih telah mengunjungi blog ini sahabat Debu Tinta, semoga bermanfaat.
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Baca juga puisi terkait:

Comments

Popular posts from this blog

Kumpulan Puisi dari Dilan

Puisi Sajak Pulau Bali - W.S Rendra

Puisi Cinta yang Agung - Kahlil Gibran