Puisi Kelelawar - W.S. Rendra

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Debu Tinta - Halo sahabat Debu Tinta, pada kali ini saya akan membagikan Puisi Kelelawar - W.S. Rendra. Semoga apa yang saya bagikan kali ini bermanfaat untuk kita semua. Jika ingin mencari puisi yang lain, anda bisa melihat Daftar Isi.

Kelelawar

Silau oleh sinar lampu lalulintas
Aku menunduk memandang sepatuku.
Aku gentayangan bagai kelelawar.
Tidak gembira, tidak sedih.
Terapung dalam waktu.
Ma, aku melihatmu di setiap ujung jalan.
Sungguh tidak menyangka
Begitu penuh kamu mengisi buku alamat batinku.

Sekarang aku kembali berjalan.

Apakah aku akan menelefon teman?
Apakah aku akan makan udang gapit di restoran?
Aku sebel terhadap cendikiawan yang menolak menjadi saksi.
Masalah sosial dipoles gincu menjadi fizika.
Sikap jiwa dianggap maya dibanding mobil berlapis baja.
Hanya kamu yang enak diajak bicara.

Kakiku melangkah melewati sampah-sampah.

Akan menulis sajak-sajak lagi.
Rasa berdaya tidak bisa mati begitu saja.
Ke sini, Ma, masuklah ke dalam saku bajuku.
Daya hidup menjadi kamu, menjadi harapan.

Jangan lupa untuk membaca puisi-puisi yang lain di Daftar Isi. Terimakasih telah mengunjungi blog ini sahabat Debu Tinta, semoga bermanfaat.
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Baca juga puisi terkait:

Comments

Popular posts from this blog

Kumpulan Puisi dari Dilan

Puisi Sajak Pulau Bali - W.S Rendra

Puisi Cinta yang Agung - Kahlil Gibran