Puisi Astana Rela - Amir Hamzah

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Debu Tinta - Halo sahabat Debu Tinta, pada kali ini saya akan membagikan Puisi Astana Rela - Amir Hamzah. Semoga apa yang saya bagikan kali ini bermanfaat untuk kita semua. Jika ingin mencari puisi yang lain, anda bisa melihat Daftar Isi.

Astana Rela

Tiada bersua dalam dunia
tiada mengapa hatiku sayang
tiada dunia tempat selama
layangkan angan meninggi awan

Jangan percaya hembusan cedera
berkata tiada hanya dunia
tilikkan tajam mata kepala
sungkumkan sujud hati sanubari

Mula segala tiada ada
pertengahan masa kita bersua
ketika tiga bercerai ramai
di waktu tertentu berpandang terang

Kalau kekasihmu hasratkan dikau
restu sempana memangku daku
tiba masa kita berdua
berkaca bahagia di air mengalir

Bersama kita mematah buah
sempana kerja di muka dunia
bunga cerca melayu lipu
hanya bahagia tersenyum harum

Di situ baru kita berdua
sama merasa, sama membaca
tulisan cuaca rangkaian mutiara
di mahkota gapura astana rela.

Jangan lupa untuk membaca puisi-puisi yang lain di Daftar Isi. Terimakasih telah mengunjungi blog ini sahabat Debu Tinta, semoga bermanfaat.
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Baca juga puisi terkait:

Comments

Popular posts from this blog

Kumpulan Puisi dari Dilan

Puisi Sajak Pulau Bali - W.S Rendra

Puisi Cinta yang Agung - Kahlil Gibran