Puisi Ragu - Amir Hamzah

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Debu Tinta - Halo sahabat Debu Tinta, pada kali ini saya akan membagikan Puisi Ragu - Amir Hamzah. Semoga apa yang saya bagikan kali ini bermanfaat untuk kita semua. Jika ingin mencari puisi yang lain, anda bisa melihat Daftar Isi.

Ragu

Asap pujaan bergulung-gulung
naik melingkar kekimu dewa
rasanya hati melambung-lambung
estu kupohonkan akan kurnia.

"Permaisurimu, Uma, sudah kupuja
seroja putih beta sembahkan
sekarang ini wahai Ciwa
pada tuanku beta paparkan".

Wajahnya arca berkilau-kilau
bibir terbuka rupa berkata
giginya tampak bersinar-sinar
bunyi keluar merdu suara.

"anakku dewi ratna juita
apatah tersimpul di dalam dada
uraikan tuan pada ayahnda
rinduan mana mohonkan sempana?"

Wajahnya jernih gilang gemilang
sentosa semayam di atas durja
padma seraga berbayang-bayang
dikucupi cahaya pernama raya.

hatinya dayang rasa terbuka
suka dan ria silih berganti
permohonan hati lupa segala
kerana cahaya menimpa diri.

Bibir berpisah melepaskan pelukan
suara lalu meninggalkan simpulan
gadis berkata melayangkan rinduan
"duli" tuanku patik pohonkan.

Jangan lupa untuk membaca puisi-puisi yang lain di Daftar Isi. Terimakasih telah mengunjungi blog ini sahabat Debu Tinta, semoga bermanfaat.
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Baca juga puisi terkait:

Comments

Popular posts from this blog

Kumpulan Puisi dari Dilan

Puisi Sajak Pulau Bali - W.S Rendra

Puisi Cinta yang Agung - Kahlil Gibran